Selasa, 21 April 2015

Menikmati Kesibukan DIri


Di  Zaman sekarang ini, banyak para mahasiswa atau mahasiswi yang sibuk dengan urusan kuliah serta organisasinya. Nama kerennya sih aktivis kampus. Tanpa mendapat upah, sekumpulan aktivis ini terus sibuk dengan urusan keorganisasiannya yang kadang bertabrakan dengan jadwal dengan kuliah.
Saat tugas lagi banyak-banyaknya, di situ pula banyak amanah yang harus di jalankan sebagai seorang aktivis. Di puncak itulah kebanyakan aktivis merasa jenuh dan ingin mengakhiri semuanya dan memillih fokus kuliah. Untuk itu di perlukan keikhlasan dalam menjalankan berbagai amanah yang diemban. Berat memang untuk menjalani itu semua. Tapi, kalau kita renungkan lebih dalam lagi, kenapa kita harus mengeluh dan ingin mengakhiri semuanya. Bukankah ini telah menjadi jalan hidup kita. Allah telah mempercayakan kita untuk menjalani itu semua karena Allah yang Maha Mengetahui seberapa besar kemampuan setiap hamba-Nya.
Bukankah Rasulullah telah bersabda : “ Sebaik-baiknya manusia adalah (manusia) yang paling bermanfaat untuk manusia (lainnya)”. Jadi kalau dipikir-pikir, itu bukanlah sebuah beban yang harus di tangisi, bukan hal yang harus ditakuti dan dijauhi namun harus di syukuri karena Allah telah memberikan kita amanah yang luar biasa untuk menjadi manusia yang banyak memberikan manfaat untuk orang lain.
Tidak semua orang mempunyai kesempatan untuk memegang banyak amanah. Hanya orang-orang tertentu yang memang di percayakan untuk menjalankan amanah itu. Baik di mata sesama manusia, maupun di mata Allah swt. Dan jika kita mendapatkan kesempatan itu, maka kitalah orang-orang yang telah Allah pilih.
Selalu bersyukur atas apa yang telah kita jalankan dan  sertakan selalu Allah dalam setiap aktivitas yang akan kita jalankan. Agar kita selalu dalam naungan-Nya dan langkah kaki kita, selalu dalam keridhoan-Nya.
Sesungguhnya kesempatan itu hanya datang pada orang-orang yang tidak pernah menyia-nyiakan waktunya luangnya. Artinya sebuah amanah itu memang datang pada orang-orang yang memanfaatkan waktunya dengan baik, yang mempunyai management waktu yang baik pula. Mungkin ada kesempatan yang datang pada orang yang kerjaannya hanya berleha-leha. Namun itu hanya seikit dan sangat minim. Orang-orang yang akan memberikan kesempatan itu juga tidak mungkin mengamanahkan sesuatu pada orang yang sukanya berleha-leha. Pasti dipilih dan dipilah dulu. Mulai dari kepribadian hingga kebiasaan apa saja yang dilakukan saat ini.
So, jangan pernah mengeluh buat para aktivis-aktivis di manapun kalian berada. Mau di lingkungan terkecil sampai lingkungan yang besar sekalipun. Mengeluh hanya akan menghambat setiap aktivitas yang akan kita jalankan. Nikmati saja semuanya. Belajar untuk menjadi hamba yang pandai bersyukur dan ikhlas.
Jalankanlah segala aktivitas dengan penuh keikhlasan dan kenikmatan. Kalau merasa ada sebuah rintangan saat menjalankannya, itu hal yang wajar karena Allah juga akan menguji hambaNya. Tetap istiqomah saja dan ingatlah bahwa Allah tidak pernah meninggalkan kita (Innallaha ma’ana). “Barang siapa beramal kebajikan sebesar debu, pahala kebaikannya itulah yang akan di lihatnya. Dan barang siapa yang beramal kejahatan sebesar debu, maka siksa kejahatannya itulah yang akan dilihatnya kelak.” (Q.S Az-Zalzalah : 7-8)




Tidak ada komentar: