Kamis, 08 September 2016

MENUJU JANNAH

Imam Syafi'i pernah berkata: "Seandainya,tidak ada ayat lain di dalam Al-Qur'an, maka surah
 Al-Asr ayat 1 sampai 3 sudah cukup sebagai bekal menuju surga"

Demi masa
Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian 
Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasehati supaya mentaati kebenaran dan menasehati supaya menetapi kesabaran.

Allah swt telah berfirman di dalam surah Al-Asr. Sungguh, manusia itu akan mengalami kerugian yang besar jika tidak mau beriman, enggan mengerjakan amalan saleh, tidak mau menasehati dalam ketaatan dan kesabaran.

Sungguh luar biasanya firman Allah tersebut. Sehingga Imam Syafi'i pernah berkata: "Seandainya,tidak ada ayat lain di dalam Al-Qur'an, maka surah
 Al-Asr ayat 1 sampai 3 sudah cukup sebagai bekal menuju surga"

Jika kita sebagai muslim yang taat akan firman Allah, tentu kita akan laksanakan apa yang telah allah firmankan. Insya allah kita akan mendapatkan suatu kebahagiaan yang sangat dirindukan yaitu Surga.
Surga itu kekal, surga itu abadi. Surga itu balasan untuk umat muslim yang beriman dan bertakwa.

Semua orang tentu ingin masuk surga. Namun, masuk surga juga mempunyai syarat-syarat yang harus kita penuhi. Syarat-syarat itu adalah sebagai berikut:

Mempunyai Ilmu

Ilmu sangatlah penting bagi kita. Tanpa sebuah ilmu, kita tidak akan bisa menjalani kehidupan. Ilmu yang paling penting untuk kita pelajari adalah ilmu agama karena ia berhubungan dengan kehidupan kita di akhirat. Ilmu dunia juga penting. Namun, jangan sampai kita lebih mengutamakan ilmu keduniaan daripada ilmu untuk bekal kita di akhirat.
Menuntut ilmu wajib bagi siapa saja, baik itu laki-laki maupun perempuan. Mencari ilmu juga tidak terbatas oleh usia. Selagi ada kemauan, insya Allah ada jalan untuk mencapainya.
Allah juga akan menaikkan derajat orang yang menuntut ilmu.

Beramal

Ternyata, berilmu saja tidak cukup bagi kita tanpa mengamalkannya. Apalah arti sebuah ilmu jika ia hanya menjadi beban dalam hidup kita. Ilmu yang ditumpuk tidak akan menjadi apa-apa jika tidak diamalkan dan diajarkan kepada orang lain.
Jangan seperti orang Yahudi yang mempunyai ilmu tapi tidak mau mengalakan. Jangan pula seperti orang Nasrani yang beramal tapi tidak mempunyai ilmu. Ilmu dan amal harus beringan.
Ketika beramal, maka kita harus mempunyai rujukan yaitu Al-qur'an dan Sunnah.

Jumat, 02 September 2016

Jangan Nyontek !!! Jujur lebih baik

Nyontek itu hal yang biasa dilakukan baik pelajar maupun mahasiswa ya nggak?
Entah, dari mana asalnya budaya menyontek itu yang jelas kalau saya pribadi kurang setuju.
Sebagai seorang mahasiswa biasa, saya sadar betul akan kemampuan saya dan standar kecerdasan otak yang saya miliki.

Walaupun mempunyai kemampuan berfikir yang biasa, namun saya paling tidak suka dengan menyontek.
Menyontek itu merupakan hal yang membiasakan diri kita untuk berlaku curang dan berbohong atas hasil yang diraih.
Belajarlah untuk menghargai kemampuan sendiri teman :)
Tahukah kalian, bahwa saya sering dibenci karena tidak mau memberikan jawaban kepada teman sekelas.
Saya juga sering dicap sebagai orang pelit dikelas.

Saya akui saya memang pelit dengan jawaban sekalipun jawaban yang saya punya hanya 50% yang benar. Saya tidak ingin melakukan kecurangan walaupun itu hal yang kecil.
Bukankah Allah sudah memberikan kita ilmu pengetahuan dan kemampuan masing-masing. Kitalah yang harusmengolah dan memanfaatkannya.

Jangan pernah takut dijauhi orang lain karena akan banyak orang yang akan mendekat ketika kita jujur.
Agar kita terhindar dari prilaku tidak baik ini, maka hal yang perlu kita persiapkan adalah pertama, siapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi ujian. Jangan sampai belajar keteteran itu yang membuat kita nggak fokus dan menjadikan kita menyerah untuk belajar. Kita beranggapan bahwa otak kita tak mampu lagi menampung pelajaran. Padahal, waktu belajar kita yang tidak efektif. Kedua, bentengi diri dengan keimanan yang kuat. Bukankah orang yang beriman akan bisa mengontrol dirinya ketika dihadapkan dnegan hal yang mengasikkan.






Kapan Lulus?

Baper kalau ada yang pasang foto wisuda.
Angker kalau ketemu dosen pembimbing
Bawaannya laper kalau lagi ngerjain skripsi
Ingat lemper :)
Eh malah bahas makanan ya.

Itu tuh perasaan mahasiswa tingkat akhir. Berasa di ujung tanduk. Tambah pusing kepala kalau banyak yang tanya "kapan wisuda?". WISUDA. Sidang akhir aja belum ya. hihihi.
Ya banyak-banyak bersabar dan lebih berusaha lagi bagi kamu yang juga sedang berada di tingkat akhir seperti saya.
Kenapa belum lulus?
Yuk kita lihat kebelakang lagi. Mungkin saja kita kurang usaha. Mungkin saja, kita terlalu meremehkan halaman demi halaman yang kita ketik. Mungkin saja, kita terlarut dalam kesibukkan organisasi (yang ini masih bagus). Mungkin saja kita terlalu menikamati waktu senggang tanpa kuliah.
Wah, kacau-kacau. Mungkin saja kita termasuk dalam beberapa daftar kemungkinan di atas. Atau kemungkinan terakhir adalah ketika segala upaya sudah kita lakukan maka itu bisa jadi adalah ujian kesabaran untuk kita :)
Semakin sabar maka semakin manis hasilnya  (pembelaan terhadap diri yang belum lulus nih) :p

Kawan, lulus terlambat memang bukan seutuhnya kesalahan kita. Tapi ingat, kita tetap mempunyai kewajiban untuk berusaha menyelesaikannya.

Kawan, jika kita tidak bisa lulus tepat waktu, maka yakinlah. Kita pasti lulus di waktu yang tepat :P
Banyak rencana yang telah Allah tuliskan tanpa kita ketahui sebelumnya :)