Imam Syafi'i pernah berkata: "Seandainya,tidak ada ayat lain di dalam Al-Qur'an, maka surah
Al-Asr ayat 1 sampai 3 sudah cukup sebagai bekal menuju surga"
Demi masa
Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian
Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasehati supaya mentaati kebenaran dan menasehati supaya menetapi kesabaran.
Allah swt telah berfirman di dalam surah Al-Asr. Sungguh, manusia itu akan mengalami kerugian yang besar jika tidak mau beriman, enggan mengerjakan amalan saleh, tidak mau menasehati dalam ketaatan dan kesabaran.
Sungguh luar biasanya firman Allah tersebut. Sehingga Imam Syafi'i pernah berkata: "Seandainya,tidak ada ayat lain di dalam Al-Qur'an, maka surah
Al-Asr ayat 1 sampai 3 sudah cukup sebagai bekal menuju surga"
Jika kita sebagai muslim yang taat akan firman Allah, tentu kita akan laksanakan apa yang telah allah firmankan. Insya allah kita akan mendapatkan suatu kebahagiaan yang sangat dirindukan yaitu Surga.
Surga itu kekal, surga itu abadi. Surga itu balasan untuk umat muslim yang beriman dan bertakwa.
Semua orang tentu ingin masuk surga. Namun, masuk surga juga mempunyai syarat-syarat yang harus kita penuhi. Syarat-syarat itu adalah sebagai berikut:
Mempunyai Ilmu
Ilmu sangatlah penting bagi kita. Tanpa sebuah ilmu, kita tidak akan bisa menjalani kehidupan. Ilmu yang paling penting untuk kita pelajari adalah ilmu agama karena ia berhubungan dengan kehidupan kita di akhirat. Ilmu dunia juga penting. Namun, jangan sampai kita lebih mengutamakan ilmu keduniaan daripada ilmu untuk bekal kita di akhirat.
Menuntut ilmu wajib bagi siapa saja, baik itu laki-laki maupun perempuan. Mencari ilmu juga tidak terbatas oleh usia. Selagi ada kemauan, insya Allah ada jalan untuk mencapainya.
Allah juga akan menaikkan derajat orang yang menuntut ilmu.
Beramal
Ternyata, berilmu saja tidak cukup bagi kita tanpa mengamalkannya. Apalah arti sebuah ilmu jika ia hanya menjadi beban dalam hidup kita. Ilmu yang ditumpuk tidak akan menjadi apa-apa jika tidak diamalkan dan diajarkan kepada orang lain.
Jangan seperti orang Yahudi yang mempunyai ilmu tapi tidak mau mengalakan. Jangan pula seperti orang Nasrani yang beramal tapi tidak mempunyai ilmu. Ilmu dan amal harus beringan.
Ketika beramal, maka kita harus mempunyai rujukan yaitu Al-qur'an dan Sunnah.
Al-Asr ayat 1 sampai 3 sudah cukup sebagai bekal menuju surga"
Demi masa
Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian
Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasehati supaya mentaati kebenaran dan menasehati supaya menetapi kesabaran.
Allah swt telah berfirman di dalam surah Al-Asr. Sungguh, manusia itu akan mengalami kerugian yang besar jika tidak mau beriman, enggan mengerjakan amalan saleh, tidak mau menasehati dalam ketaatan dan kesabaran.
Sungguh luar biasanya firman Allah tersebut. Sehingga Imam Syafi'i pernah berkata: "Seandainya,tidak ada ayat lain di dalam Al-Qur'an, maka surah
Al-Asr ayat 1 sampai 3 sudah cukup sebagai bekal menuju surga"
Jika kita sebagai muslim yang taat akan firman Allah, tentu kita akan laksanakan apa yang telah allah firmankan. Insya allah kita akan mendapatkan suatu kebahagiaan yang sangat dirindukan yaitu Surga.
Surga itu kekal, surga itu abadi. Surga itu balasan untuk umat muslim yang beriman dan bertakwa.
Semua orang tentu ingin masuk surga. Namun, masuk surga juga mempunyai syarat-syarat yang harus kita penuhi. Syarat-syarat itu adalah sebagai berikut:
Mempunyai Ilmu
Ilmu sangatlah penting bagi kita. Tanpa sebuah ilmu, kita tidak akan bisa menjalani kehidupan. Ilmu yang paling penting untuk kita pelajari adalah ilmu agama karena ia berhubungan dengan kehidupan kita di akhirat. Ilmu dunia juga penting. Namun, jangan sampai kita lebih mengutamakan ilmu keduniaan daripada ilmu untuk bekal kita di akhirat.
Menuntut ilmu wajib bagi siapa saja, baik itu laki-laki maupun perempuan. Mencari ilmu juga tidak terbatas oleh usia. Selagi ada kemauan, insya Allah ada jalan untuk mencapainya.
Allah juga akan menaikkan derajat orang yang menuntut ilmu.
Beramal
Ternyata, berilmu saja tidak cukup bagi kita tanpa mengamalkannya. Apalah arti sebuah ilmu jika ia hanya menjadi beban dalam hidup kita. Ilmu yang ditumpuk tidak akan menjadi apa-apa jika tidak diamalkan dan diajarkan kepada orang lain.
Jangan seperti orang Yahudi yang mempunyai ilmu tapi tidak mau mengalakan. Jangan pula seperti orang Nasrani yang beramal tapi tidak mempunyai ilmu. Ilmu dan amal harus beringan.
Ketika beramal, maka kita harus mempunyai rujukan yaitu Al-qur'an dan Sunnah.
