Kadang,
ada kata yang terucap menyakiti telinga saudara kita
Kadang,
ada sikap yang acuh pada mereka
Kadang
pula, terpasang wajah masam kita untuk mereka.
Saudariku…
Sering
kali kita lakukan hal semacam ini. Entah apa kah kita sadar atau tidak hal tersebut
bisa membuat orang lain merasa sakit hati dengan kita, menjadi kecewa dengan
sikap kita, karena kita telah menoreskan luka di hatinya. Luka yang sangat
dalam. Semakin dalam ketika kita lakukan hal itu berkali-kali.
Untuk
kita yang sudah merasa paham dengan agama, merasa menjadi muslimah beriman dan
bertakwa. Mana buktinya, bukankah seseorang akan sempurna keimanannya jika ia
mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. Kita tidak boleh
memperlakukan orang lain seperti itu, Karena kita pun pasti tidak akan mau.
Mungkin,
saat ini kita telah banyak menelan ilmu, mempelajari banyak hal yang membuat
kita merasa lebih baik. Tapi sayang kawan, kita lupa akan satu hal yang sangat
penting dan memang sudah sepantasnya kita lakukan. Kita lupa bahwa ilmu itu
harus diamalkan, bukan untuk dikumpulkan.
Ingat
kawan, mereka yang kita sakiti hatinya akan membuat kesimpulan bahwa kita
bukanlah orang baik baginya. Bukan seorang muslimah yang lemah lembut seperti
yang ia kenal sebelum-sebelumnya. Bukannya kita ingin minta dipuji oleh
manusia. Tapi, ini berkenaan dengan akhlak yang harus kita perbaiki. Bukankah
kita akan lebih mudah mengajak teman-teman kita ke dalam kebaikan, ke dalam
agama yang lurus, mengembalikan akidah mereka, jika kita mempunyai akhlak baik
yang akan membuat kita mudah untuk diterima.
Seberat
apapun ujian yang menimpa kita, sebesar apapun masalah yang telah kita hadapi,
tetap tersenyumlah di hadapan mereka. Tetap bersikap manis dan berlemah
lembutlah. Karena mereka bukan pembawa masalah bagimu. Barangkali, kita akan
lebih terhibur dengan mempunyai banyak teman, akan merasa ringan beban hidup
yang dijalani. Jangan sombong. Siapa tahu, kehadiran mereka adalah salah satu
cara Allah untuk meringankan beban kita.
Selamat belajar untuk memperbaiki
akhlak kawan-kawan J
“Muslim yang baik tidak hanya
menjaga ibadah dan hubungannya kepada Allah, melainkan ia juga akan menjaga
hubungannya dengan sesame makhluk Allah”
Samarinda,
25 April 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar